Dibawah pula adalah jawapan kepada klip tuduhan tersebut. (yang dikatakan disadur daripada Tamadun Sumeria)
Pesanan penaja: PASTIKAN PC ANDA BOLEH MEMBUKA YOUTUBE
Wardah Abdul Rahman (comel)
Suatu usaha ke arah memartabatkan para intelegensia sains muslim agar bersama menjunjung tradisi keilmuan Islam tinggalan para ulama' silam.
Dibawah pula adalah jawapan kepada klip tuduhan tersebut. (yang dikatakan disadur daripada Tamadun Sumeria)
Pesanan penaja: PASTIKAN PC ANDA BOLEH MEMBUKA YOUTUBE
Wardah Abdul Rahman (comel)
Zaman Kegemilangan Islam yang berlaku pada abad ke-6 hingga abad ke-16 telah melahirkan ramai saintis Islam. Kepakaran mereka bukan hanya khusus dalam satu bidang tertentu tetapi turut mencakupi bidang-bidang lain. Misalnya Ibnu Sina (Avicenna) yang terkenal dengan bukunya ‘Al Qanun Fi at Tibb’. Beliau bukan sahaja pakar dalam bidang perubatan tetapi turut mahir dalam bidang astronomi, matematik, fizik, psikologi, falsafah malah bijak bersajak. Perlu juga diingatkan bahawa Ibnu Sina adalah ahli teologi (ilmu berkenaan ketuhanan) dan sudah menghafaz Al-Quran pada usia 7 tahun! Ibn Khaldun, Al-Kindi dan ramai lagi saintis Islam lain turut menguasai lebih dari satu bidang ilmu.
Dalam siri ini, saya senaraikan tokoh ilmuan Islam serta bidang kemahiran mereka. Biografi mereka bakal menyusul sedikit masa lagi, insyaAllah.
Astronomi dan Astrofizik
Kimia
Ekonomi
Sosiologi
Geografi dan kaji bumi
Matematik
Neurologi dan psikologi
Perubatan
EMBRIOLOGI adalah salah satu cabang ilmu perubatan yg mengkaji perkembangan embrio (janin). Mengikut takrifan dictionary.com pula, embriologi merupakan ‘the science dealing with the formation, development, structure, and functional activities of embryos’.
Bidang kajian berkenaan kejadian manusia sering menjadi tumpuan kerana Al-Quran dapat menjelaskan proses tersebut dengan begitu terperinci hinggakan saintis dan ilmuan Barat berasa kagum dan takjub dengan mukjizat teragung umat Islam ini. Antaranya ialah Profesor Keith Moore yang pernah menjadi Dekan Fakulti Perubatan di Universiti
1) Manusia dicipta daripada ‘alaq (seperti lintah)
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah.” Surah Al-‘Alaq:1-2
“Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang dipancarkan, Yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan.” Surah At-Thaariq:5-7
3) Manusia dicipta daripada nutfah(cecair yang sedikit)
“Dia Telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.” An-Nahl:4
“Kawannya (yang mukmin) Berkata kepadanya - sedang dia bercakap-cakap dengannya: "Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, Kemudian dari setetes air mani, lalu dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna” Al-Kahfi:37
“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), Maka (ketahuilah) Sesungguhnya kami Telah menjadikan kamu dari tanah, Kemudian dari setetes mani, Kemudian dari segumpal darah, Kemudian dari segumpal daging yang Sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar kami jelaskan kepada kamu dan kami tetapkan dalam rahim, apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, Kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, Kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya Telah diketahuinya. dan kamu lihat bumi Ini kering, Kemudian apabila Telah kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.” Al-Hajj:5
“Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).” Al-Mukminun:13
“Dan Allah menciptakan kamu dari tanah Kemudian dari air mani, Kemudian dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.” Fathiir:11
“Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa kami menciptakannya dari setitik air (mani), Maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!” Yasin : 77
“Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah Kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, Kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, Kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), Kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya).”
Al-Mu’min:67
“Dari air mani, apabila dipancarkan.” An-Najm:46
“Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim),”
“Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur[1535] yang kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), Karena itu kami jadikan dia mendengar dan Melihat.” Al-Insaan:2
[1535] Maksudnya: bercampur antara benih lelaki dengan perempuan.
“Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya[1557].”
A’basa:19
[1557] yang dimaksud dengan menentukannya ialah menentukan fase-fase kejadiannya, umurnya, rezkinya, dan nasibnya.
4) Manusia dicipta daripada sulalah(saripati air mani)
“Kemudian dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina.”
As-Sajdah:8
“Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur[1535] yang kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), Karena itu kami jadikan dia mendengar dan Melihat.” Al-Insan:2
[1535] Maksudnya: bercampur antara benih lelaki dengan perempuan.
“Dan bahwasanya dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita. Dari air mani, apabila dipancarkan.” An-Najm:45-46
7) Janin diselaputi tiga kegelapan
“Dia menciptakan kamu dari seorang diri Kemudian dia jadikan daripadanya isterinya dan dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan[1306]. yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. tidak ada Tuhan selain Dia; Maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?” Az-Zumar:6
[1306] tiga kegelapan itu ialah kegelapan dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam selaput yang menutup anak dalam rahim.
8) Peringkat-peringkat janin
“Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.”
Mukminun:12-14
“Yang Telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang, Dalam bentuk apa saja yang dia kehendaki, dia menyusun tubuhmu.” Al-Infithaar:7-8
9) Pertumbuhan janin;sebahagian sempurna dan sebahagian tidak sempurna
“Hanya Engkaulah yang kami sembah[6], dan Hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan[7].” Al-Hajj:5
[6] Na'budu diambil dari kata 'ibaadat: kepatuhan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, Karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.
[7] Nasta'iin (minta pertolongan), terambil dari kata isti'aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri.
“Kemudian dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.” As-Sajdah:9
“Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur[1535] yang kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), Karena itu kami jadikan dia mendengar dan Melihat.” Al-Insaan:2
[1535] Maksudnya: bercampur antara benih lelaki dengan perempuan.
“Dan dialah yang Telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. amat sedikitlah kamu bersyukur[1016]. Al -Mukminun:78
[1016] yang dimaksud dengan bersyukur di ayat Ini ialah menggunakan alat-alat tersebut untuk memperhatikan bukti-bukti kebesaran dan keesaan Tuhan, yang dapat membawa mereka beriman kepada Allah s.w.t. serta taat dan patuh kepada-Nya. kaum musyrikin memang tidak berbuat demikian.
Wardah Binti Abdul Rahman
Makmal Patologi Tumbuhan
Universiti Sains
-Ilm Ilmu pengetahuan dasar (basic sciences) dan ilmu penerapan (applied sciences) wajib malah harus dipelajari oleh umat islam walau di manapun kita berada. Umat Islam harus sedar bahawa ilmu-ilmu tersebut adalah dasar bagi perkembangan teknologi yang berlaku di dunia pada masa dahulu, kini dan akan datang.
-U,, Pengkaji Islam dari pelbagai bangsa harus bersatu-padu bagi menghasilkan badan yang memakmurkan sains Islam hingga peringkat antarabangsa. Pada masa yang sama, masyarakat yang berilmiah dapat diwujudkan.
-An Anggaran belanjawan negara-negara Muslim untuk peningkatan dan pengembangan sains mestilah diperbesarkan seminimum 2% dari KDNK negara masing-masing.
- U Umat Islam dari pelbagai negara sedaya mungkin berusaha untuk membuat yayasan dan institusi ilmiah bagi mengumpul dan menggali sumber dana bagi pengembangan sains dan pendidikan.
-Me Memperluaskan konteks dan pertukaran pemikiran antara mahasiswa dan masyarakat ilmiah dalam negeri dengan masyarakat ilmiah antarabangsa melalui kunjungan dua arah, persidangan-persidangan dan simposium-simposium sains antarabangsa.
-KajKajian-kajian ilmu terapan yang relevan dengan masalah pembangunan dan keruntuhan negara Islam perlu ditaja oleh yayasan sains Islam.
Wardah Abdul Rahman
USM
API ditakrifkan sebagai sekumpulan pemuda yang giat membangunkan diri dalam memenuhi keperluan untuk kembali kepada Isla
m yang sebenar dan ahli API kebanyakannya terlibat atau sedang bekerja dengan badan-badan bukan kerajaan seperti Sahabat Alam Malaysia(SAM), Persatuan Pengguna Pulau Pinang(CAP), Persatuan Ulama’ Pulau Pinang (PUMPP) dan Skuad Penyelamat Aqidah(SPAQ).
Bidang Saintis Islam merupakan salah satu usrah/biro yang yang terdapat di dalam API. Secara umumnya, usrah Saintis Islam bukanlah seperti halaqah usrah tetapi lebih kepada madrasah pemikiran (school of thought) yang dibuat melalui diskusi berkala dari semasa ke semasa.
Usrah/biro Saintis Islam diwujudkan bagi memenuhi visi utama penubuhan API iaitu bagi menyediakan ruang pembangunan diri yang menyeluruh dalam pelbagai aspek keilmuan, kebajikan dan gerakan. Matlamat usrah Saintis Islam diadakan adalah untuk:
-Mengupayakan diri mahasiswa Islam yang berada dalam bidang sains khasnya agar cenderung untuk terlibat secara langsung.
-Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pemikiran saintifik Islam yang awalnya bermula dari umat Islam terdahulu.
-Meningkatkan semangat dan daya saing dalam diri saintis Islam untuk menaikkan semula martabat umat Islam bukan sahaja melalui kajian yang dilakukan tetapi kefahaman yang jelas tentang sumbangan mereka dalam dunia sains Islam.
Keilmuan dan galakan keilmuan oleh Khalifah abbasiyyah dan Andalus, ulama’ sains dan sosialogi Islam telah mengekstrak ssebegitu banyak pengetahuan dan penemuan berdasarkan Ayat-ayat Al quran dan perilaku Baginda SAW. Daripada konsep umum dalam dalil-dalil ini mendorong para ulama’ untuk mencari praktikalnya disamping menerima simbahan masuk ilmu-ilmu Greek melalui Sham (Syiria/Damsyiq).Warga dunia sekarang menggunakan pelbagai teknologi dan inovasi bagi memudahkan perjalanan harian. Tanpa semua sedari terdapat beberapa penemuan yang berasal dari dunia Islam terutama dari era Abbasiyyah (abad ke-8 hingga abad ke 13) serta zaman Empayar Islam Andalusia (seusia dengan Abbasiyyah dimana ia menjadi kesinambungan kepada Empayar Umayyah). Walaupun Islam bermula daripada kelompok masyarakat pagan yang jahil tanpa teknologi sofistikated, mereka pandai menyaring pengetahuan daripada tamadun besar India, China, Greek, Rom dan Parsi. Semuanya bertitik tolak daripada tradisi Ulama' yang memiliki disiplin keilmuan yang tegas dan teliti bersumberkan keilmuan Hadis dan pewarisan riwayat.
Wardah Abdul Rahman
Makmal Patologi Tumbuhan, USM