Malaysian Young Scientist Assembly 2011

Wednesday, May 27, 2009

Pemakanan yang baik di dalam Al-Quran


Pemakanan yang halal

Katakanlah: “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang Telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?” Katakanlah: “Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat[536].” Demikianlah kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang Mengetahui.”
[536] Maksudnya: perhiasan-perhiasan dari Allah dan makanan yang baik itu dapat dinikmati di dunia Ini oleh orang-orang yang beriman dan orang-orang yang tidak beriman, sedang di akhirat nanti adalah semata-mata untuk orang-orang yang beriman saja.
[Al-A’raaf:32]

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.”
[Al-Baqarah:72]

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; Karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”
[Al-Baqarah:168]

Pemakanan yang haram

“Sesungguhnya Allah Hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
[An-Nahl:115]

“Sesungguhnya Allah Hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah[108]. tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
[108] Haram juga menurut ayat Ini daging yang berasal dari sembelihan yang menyebut nama Allah tetapi disebut pula nama selain Allah.
[Al-Baqarah:173]

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah[394], daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya[395], dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah[396], (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. pada hari ini[397] orang-orang kafir Telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa[398] Karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
[394] ialah: darah yang keluar dari tubuh, sebagaimana tersebut dalam surat Al An-aam ayat 145.
[395] maksudnya ialah: binatang yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk dan yang diterkam binatang buas adalah halal kalau sempat disembelih sebelum mati.
[396] Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. orang Arab Jahiliyah menggunakan anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan apakah mereka akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. Caranya ialah: mereka ambil tiga buah anak panah yang belum pakai bulu. setelah ditulis masing-masing yaitu dengan: lakukanlah, Jangan lakukan, sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa, diletakkan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Ka'bah. bila mereka hendak melakukan sesuatu Maka mereka meminta supaya juru kunci ka'bah mengambil sebuah anak panah itu. Terserahlah nanti apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu. kalau yang terambil anak panah yang tidak ada tulisannya, Maka undian diulang sekali lagi.
[397] yang dimaksud dengan hari ialah: masa, yaitu: masa haji wada', haji terakhir yang dilakukan oleh nabi Muhammad s.a.w.
[398] Maksudnya: dibolehkan memakan makanan yang diharamkan oleh ayat Ini jika terpaksa.
[Al-Maaidah:3]

“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar[136] dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: " yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,”
[136] segala minuman yang memabukkan.
[Al-Baqarah:219]

“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah[434], adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).”
[434] Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. orang Arab Jahiliyah menggunakan anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan apakah mereka akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. Caranya ialah: mereka ambil tiga buah anak panah yang belum pakai bulu. setelah ditulis masing-masing yaitu dengan: lakukanlah, Jangan lakukan, sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa, diletakkan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Ka'bah. bila mereka hendak melakukan sesuatu Maka mereka meminta supaya juru kunci ka'bah mengambil sebuah anak panah itu. Terserahlah nanti apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu. kalau yang terambil anak panah yang tidak ada tulisannya, Maka undian diulang sekali lagi.
[Al-Maaidah:90]

Pola makanan seimbang
-protein dari daging

“Dan Sesungguhnya utusan-utusan kami (Malaikat-malaikat) Telah datang kepada lbrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan: "Selamat." Ibrahim menjawab: "Selamatlah," Maka tidak lama Kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang.”
[Huud:69]

“Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan? (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: "Salaamun". Ibrahim menjawab: "Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal.” Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, Kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk. Lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim lalu berkata: "Silakan anda makan."
[Adz-Dzariyaat:24-27]

”Dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.”
[Al-Waaqi’ah:21]

-protein dari ikan

“Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.”
[An-Nahl:14]

“Dan tiada sama (antara) dua laut; yang Ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur.”
[Faathir:12]

Manfaat susu segar

“Dan Sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu, kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya, dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu, dan sebagian daripadanya kamu makan,”
[Al-Mu’minuun:21]

“Dan Sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.”
[An-Nahl:66]


Manfaat buah-buahan

“Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat minimuman yang memabukkan dan rezki yang baik. Sesunggguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan.”
[An-Nahl:67]

“Anggur dan sayur-sayuran, Zaitun dan kurma, Kebun-kebun (yang) lebat,
Dan buah-buahan serta rumput-rumputan, Untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu. ”
[A’basa:28-32]

“Di dalam keduanya (ada macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”
[Ar-Rahmaan:68-69
]

Manfaat madu

“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia", Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang Telah dimudahkan (bagimu). dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.”
[An-Nahl:68-69]

Hasil kajian kulat bawaan udara di dalam bangunan (1)

Pandangan dari atas piring petri (C14-sampel diambil dari siling tingkat 2 bangunan).


Pandangan dari bawah piring petri (sampel C14).


Pandangan dari atas piring petri (C6-sampel diambil dari tiang tidak bercat di tingkat bawah bangunan)


Pandangan dari bawah piring petri (sampel C6).

Selepas 3 hari, inilah hasil yang dapat dilihat pada piring petri. Koloni kulat tumbuh di atas coretan zig-zag agar yang dilakukan semasa persampelan Ahad lalu. Jika koloni kulat tumbuh luar dari kawasan coretan atau tumbuh di atas kawasan kawalan (coretan memanjang), media ini dikatakan telah tercemar dengan kulat luaran yang bukan berpunca dari tempat persampelan.

Melalui pemerhatian mata kasar, boleh dikatakan terdapat satu spesies kulat tumbuh masing-masing di atas agar dalam piring petri C14 dan C6. Pemerhatian mata kasar dilakukan dengan melihat pigmentasi/warna yang ditunjukkan oleh koloni kulat di sebelah atas dan bawah piring petri. Kajian lanjut seharusnya dilakukan dengan melihat struktur tersendiri yang ada pada kulat ini dan spora yang dihasilkan melalui mikroskop cahaya.


Ada juga spesies kulat tumbuh bercampur seperti gambar di bawah. Dalam kes sebegini, setiap spesies kulat akan dipindahkan ke media agar yang baru untuk memudahkan pengecaman spesies dilakukan.

Pandangan dari atas piring petri (C8-sampel diambil dari siling tingkat 1 bangunan)



Pandangan dari bawah piring petri (sampel C8).

Tuesday, May 19, 2009

'Fungus busters'

Hari Ahad yang lalu, saya bersama En. Din(pembantu makmal yang berdedikasi) dan Hafizi(salah seorang pengkaji kulat Fusarium dalam makmal kami) keluar menjalankan aktiviti persampelan di kawasan USM. Sasaran kami, bangunan Cahaya Gemilang yang dahulunya asrama pelajar tetapi sedang dibaikpulih kini. Laporan tentang serangan kulat yang serius berlaku di bangunan lama tersebut telah diterima pada minggu lepas. Lihatlah hasil tinjauan dan dapatan tersebut :


Fokuskan penglihatan anda pada bahagian siling dan tiang bangunan. Terdapat tompokan-tompokan hitam jika diperhati dengan teliti.



Antara kawasan yang teruk dicemari kulat.

Menurut pekerja di bangunan terbabit, serangan kulat ini hanya terjadi beberapa waktu selepas dinding tepi dan bumbung bangunan dipecahkan. Maksudnya, pencemaran kulat belum berlaku ketika bangunan berada dalam struktur yang lengkap ataupun semasa dihuni oleh pelajar.

Jangkaan awal yang boleh dibuat ialah tiang dan lantai bangunan telah lama terdedah kepada suhu yang berubah-ubah, kesan daripada matahari dan hujan. Keadaan ini telah merangsang perkembangan dan pembiakan kulat yang drastik.



Aktiviti persampelan menggunakan kaedah 'swab' dilakukan (amaran:lain kali pakai sarung tangan plastik dan pelindung muka sebagai langkah keselamatan). Spora yang dihasilkan kulat boleh memasuki saluran pernafasan dan boleh membawa jangkitan yang serius!
Kelembapan relatif dan suhu dalam bangunan turut dicatatkan. Secara umumnya, kadar kelembapan relatif yang tinggi boleh juga menjadi penunjuk kepada kadar kepadatan spora kulat di dalam bangunan yang terlibat.
Ingin tahu bagaimana kaedah 'swab' dilakukan dan hasil yang diperoleh dari persampelan ini?
--> posting seterusnya...
Wardah bt Abdul Rahman
'FuNgus BusTer'

Penulisan Jurnal yang Pertama

ABSTRACT
We examined 602 microbes air samples from 16 sampling sites (indoor buildings) located
in Universiti Sains Malaysia main campus; these samples were collected during indoor air quality investigations performed from 2006 to 2008. Indoor air samples were collected using Anderson N-6 single stage sampler at an inflow rate of 16.45 litre/min. The concentration of both total bacteria and specific fungi in this study were diverse and varied widely throughoutthe years. The most common culturable airborne bacteria are Staphylococcus, Micrococcus and Bacillus while Aspergillus niger and Penicillium brevicompactum are dominantly found in these indoor buildings. This is the first study of indoor air microbes reported in Universiti Sains Malaysia.
Inilah abstrak dari manuskrip jurnal pertama yang berjaya ditulis sepanjang pengajian saya di USM sekarang. Jika seorang jurutera dinilai dari penglibatannya menghadiri seminar dan bengkel kejuruteraan, seorang saintis pula dinilai dari laporan hasil kajiannya yang ditulis dalam bentuk jurnal.
Manuskrip bertajuk 'Comparative Study On Density and Diversity of Indoor Air Microbes in Universiti Sains Malaysia Main Campus' (Kajian Perbandingan Kepadatan dan Kepelbagaian Mikroorganisma Dalaman di kampus utama Universiti Sains Malaysia) ini masih dalam peringkat draf, belum pun dihantar pada penyelia. Penyelia saya keluar 'sampling' atau melakukan persampelan di utara Semenanjung ketika ini. Sempatla saya kemaskan lagi draf tersebut.
Saya mensasarkan manuskrip jurnal ini diterbitkan di peringkat antarabangsa memandangkan laporan berkenaan 'Indoor Air Quality' /kualiti udara dalam bangunan belum pernah dihasilkan dari pengkaji di Malaysia. Jika berjaya, manuskrip ini mungkin berada dalam Applied and Environmental Microbiology Journal (impact factor:4.004), InsyaAllah. Jika kurang berjaya atau kurang sesuai, saya akan hantar untuk diterbitkan oleh penerbit jurnal sains di dalam negara.
'Always aim for the sky, For if you fail, At least you can reach the clouds'
Doakan kejayaannya ya! =]
Wardah bt Abdul Rahman
Makmal Patologi Tumbuhan, USM

Sunday, March 22, 2009

Slag dikembalikan ke dalam bumi, bukti kekuasaan Allah

Artikel Kejuruteraan Islam: Slag dikembalikan ke dalam bumi,

bukti kekuasan Allah.

Oleh: Muhammad Nuruddin Bashah (Bc Hons Engineering UM)

Keadilan Allah bukan sekadar diterjemah kepada bentuk pengagihan hak kepada maklukNya, bukan sekadar hukuman yang setimpal kepada makhlukNya malah keadilan Allah juga meliputi pengaturan dan pengurusan (sifat rububiyyah) alam yang teratur serta amat bersistem. Selalu benar kita dihidangkan keajaiban penciptaan dan pengaturan Allah melalui penelitian organ dalaman manusia serta spesies halus (mikroorganisma) untuk melihat perihebatnya kuasa Allah melaluinya.

"Katakanlah: "Jadilah kamu sekalian batu atau besi," (Al Isra: 50)


Saya pula berminat untuk mengambil bahagian dalam usaha menonjolkan keadilan Allah melalui satu sudut kecil dunia fizikal material iaitu ilmu pengacuan, penempaan dan pemprosesan logam atau ‘metallurgical’. Dalam siri tulisan ini saya mulakan dengan mengupas sedikit perihal ‘slag’ atau sisa buangan pengacuan dan perleburan logam. Bagi pelajar kejuruteraan mekanikal, bahan dan metallurgis, slag adalah satu topik biasa atau topik yang jarang diteliti secara mendalam memandangkan ia adalah sisa buangan. Apabila saya menceburi bidang metallurgical secara langsung, saya melihat juga betapa slag tidak dianggap berharga bagi rakyat Malaysia. Namun ia tidak pula bagi negara tertentu seperti England, India dan USA kerana slag diguna pakai secara komersial sekaligus mengekalkan keseimbangan ekosistem mineral dalam bumi.


'Yang Telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka Lihatlah berulang-ulang, Adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?

Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah.'

(Al Mulk : 3-4)


Apabila kita melebur keluli (steel) untuk diacukan (foundry processes), kita akan meletak logam asli (virgin steel atau mild steel), ataupun bijih besi, bersama juga batu kapur (limestone) serta sedikit arang ‘graphite’. Dalam blast furnace untuk kegunaan pengeluaran ‘pig iron’, kita menggunakan arang batu untuk proses yang lebih besar. Tugas dan peranan batu kapur adalah menghasilkan slag. Mengapa slag perlu dihasilkan? Ia perlu untuk mengaut keluar bahan sisa luar ‘impurities’ dan segala peratusan kecil element yang tidak kita kehendaki. Antara elemen penting yang WAJIB dikeluarkan adalah sulfur dan fosforus iaitu pasangan adik beradik yang selalu menyebabkan besi menjadi rapuh serta menyebabkan ‘hot tear’ semasa besi panas dituang ke dalam acuan.


Slag juga berperanan mengawal suhu logam sebelum dituang. Bayangkan suhu besi yang hanya turun 50 darjah sahaja daripada suhu 1520 C sudah boleh menyebabkan pelbagai masalah seperti besi beku, stopper patah (stopper adalah penutup lubang ‘ladle’ iaitu alat penuang yang boleh menampung 8 tan besi lebur), serta short run iaitu besi membeku serta mengecut sebelum memenuhi ruang acuan. Slag akan menjadi lapisan atas yang keras untuk mengelakkan kehilangan banyak haba melalui ruang atas ladle. Ia juga mengelakkan permukaan logam lebur di atas daripada mengalami pengoksidaan semula yang boleh menghasilkan banyak bebola oksigen di dalam besi acuan kelak.


Mengapa slag dianggap tidak berguna berbanding besi biasa sedangkan ia juga mengandungi unsur logam yag banyak? Jika kita memegang slag, ianya ringan, rapuh, kasar bentuknya, penuh bebola oksigen yang terperangkap, susunan atom dalam bentuk kubik yang kurang tersusun seperti logam lain. Slag mengandungi ikatan kovelen dan ikatan ionik secara serentak.


Slag mengandungi Silikon Oksida (SiO2), Aluminum Oksida (Al2O3), Ferum Oksida (Fe2O3), Kalsium Oksida (CaO) Magnesium Oksida (MgO) serta Sulfur Oksida (SO3). Silikon dan aluminum selain untuk kandungan spesifikasi logam, ia juga berperanan sebagai agen anti pengoksidaan kerana ia akan memerangkap oksigen di dalam logam sekaligus menjadikan substen besi halus dan tidak poros. Jadi aluminum dan silikon oksida itu akan dikeluarkan melalui slag.

Bagaimana pula slag boleh diguna semula? Sebenarnya slag boleh terurai semula ke dalam tanah serta menjadi mineral yang asal. Slag tidak mengeluarkan apa-apa radiasi serta impak buruk secara khusus. Jika foundry dijalankan secara efisyen, besi buruk banyak boleh dikitar semula serta slag yang berlambak-lambak boleh digunapakai dalam bidang kejuruteraan awam. Slag secara umumnya boleh digunakan dalam penghasilan Asphalt (Bituminous Concrete), Agregat pembinaan (batu dan simen), Simen untuk relau (Cement Kiln Raw Feed) dan sebagainya. Dalam bidang kejuruteraan alam sekitar, slag digunakan sebagai penapis air buangan (steel slag wastewater treatment) di mana penapis menggunakan slag akan membuang lebih 80% fosforus daripada sumber tercemar (kerana slag akan memerangkap fosforus), mengurangkan pepejal yang terperangkap dalam air, meningkatkan pH air kerana mengandungi banyak kalsium, aluminum dan magnesium dan pelbagai faedah lain.

Steel Slag juga berguna untuk mengurangkan pengeluaran CO2 dalam penghasilan Simen Portland. Pada setiap 1 tan pembuatan simen portland, 1 ton CO2 akan dikeluarkan manakala bagi setiap 1 ton Slag digunakan untuk menggantikan bahan mentah asal, tiada CO2 akan dikeluarkan ! Bukankah ini akan membantu mengawal suhu dunia?

Ia boleh dikembalikan ke dalam tanah jika slag digunakan sebagai baja phosphate. Slag boleh terurai semula ke dalam tanah walaupun mengambil masa yang agak panjang untuk melepaskan nutrient berguna ke dalam tanah semula. Moga tulisan ini membantu pelajar kejuruteraan serta peminat kajian sains umumnya.

Sabtu 21 Mac 2009

Sunday, January 11, 2009

Boikot Produk USA!




Monday, January 5, 2009

Aspergillus dan 2009

Menginjak ke tahun baru 2009, genaplah setahun usia kerja penyelidikan yang saya jalankan di Universiti Sains Malaysia. Dengan izin Allah, setahun lagi, tekad saya.
Menyorot kembali perkembangan kerja penyelidikan yang dilakukan, membawa saya kembali meneliti kertas cadangan penyelidikan yang dikemukakan kepada pihak universiti di pertengahan tahun 2007. Sebenarnya, telah beberapa kali kertas cadangan tersebut diteliti, demi memastikan saya tidak tersasar dari objektif penyelidikan yang asal.

MORPHOLOGICAL, MOLECULAR AND GENETICS DIVERSITY OF Aspergillus SPECIES ISOLATED FROM INDOOR BUILDINGS IN MALAYSIA’ atau ‘Kepelbagaian morfologi, molekular dan genetik spesies Aspergillus yang dipencilkan dari dalam bangunan di Malaysia’. Inilah tajuk asal penyelidikan yang dicadangkan. Walau bagaimanapun, atas beberapa sebab teknikal, skop kawasan persampelan dikecilkan kepada kawasan di Pulau Pinang sahaja.


Secara umumnya, kajian ini melibatkan proses pengenalpastian (identification) kulat dari spesies Aspergillus, melalui beberapa teknik yang berbeza iaitu morfologi (ciri-ciri Aspergillus diperhatikan melalui mata kasar dan melalui mikroskop), molekular (kajian ke atas DNA Aspergillus) dan genetik (kajian ke atas ciri genetik Aspergillus). Kulat bawaan udara ini banyak dilaporkan bertindak sebagai patogen yang menyerang sistem pernafasan manusia dan haiwan kerana sifatnya yang berupaya hidup dalam keadaan persekitaran yang berbeza dan pelbagai. Di samping itu, Aspergillus juga mampu menghasilkan metabolit sekunder iaitu toksin yang bersifat toksik kepada hidupan apabila dicernakan atau alergenik apabila disedut. Radang paru-paru dan beberapa masalah kesihatan seperti gatal-gatal, batuk, mata berair adalah kesan daripada kehadiran kulat ini di persekitaran kita.

Saya pernah ditanya dalam satu sesi temuduga di Putrajaya pada tahun lalu, apakah impak yang boleh diperolehi serta kerelevenan kajian ini? Tegas saya, kajian fundamental adalah teras kepada kajian seterusnya yang bakal meliputi skop lebih luas pada masa akan datang seperti kaedah membasmi atau mengawal penularan kulat ini di dalam satu-satu bangunan, penciptaan fungisid yang boleh membantutkan pembiakan kulat malah tidak mustahil jika dapatan kajian ini boleh menyebabkan kerajaan menggubal undang-undang Kualiti Udara dalam Bangunan yang baru! Di negara-negara maju yang lain, akta berkaitan Kualiti Udara (Indoor Air Quality) mereka lebih berkembang berbanding Malaysia. Kesihatan penghuni di dalam bangunan amat dititikberatkan.


Mungkin ada yang memandang remeh pada kepentingan kajian fundamental yang pada luarannya kurang menampakkan adanya produk atau output yang baru tetapi saya tetap positif dengan penyelidikan yang saya dan rakan-rakan lain lakukan di makmal.

Kini, kajian yang dilakukan memasuki fasa kedua iaitu bahagian molekular di samping penulisan tesis yang akan bermula serentak. Aspergillus bukanlah spesies kulat yang ‘mendominasi’ kajian di dalam makmal saya sekarang. Sebaliknya, rakan-rakan semakmal yang lain kecuali saya dan seorang pelajar Cina, mengkaji spesies kulat Fusarium yang banyak menyerang tanaman pertanian. Ini adalah antara cabaran yang saya hadapi. Pensyarah juga telah mengingatkan saya bahawa saya ‘keseorangan’ di dalam kajian ini. Walau bagaimanapun, atas dasar ini jugalah, saya masih kekal pada kajian yang asal. Ilmu mengenal Pencipta alam itu amat luas. Semakin kita tahu tentang sesuatu, semakin banyak sebenarnya yang belum kita tahu. Kaji dan terus mengkaji. Tekad saya masih teguh untuk melakukan yang terbaik dalam mengkaji spesies kulat ini yang masih tiada pakar di kawasan Asia Tenggara (cabaran berupa motivasi yang penyelia saya, Prof Baharuddin Salleh, ingatkan berulang-kali).

Saya akui, memang timbul beberapa masalah sepanjang setahun saya mengendalikan projek ini. Walau bagaimanapun, semuanya bukan masalah besar dan syukur pada Allah, saya masih diberi kekuatan untuk berada dalam kerja penyelidikan yang sama. Selain itu, kontrak biasiswa dari USM juga berjaya diperbaharui. Semester ini, saya bakal mengajar tutorial bagi kelas Biostatistik berbanding membantu kelas amali pada 2 semester yang lepas.

Pukul 11 pagi esok, temujanji saya dengan penyelia kedua untuk berbincang mengenai kajian molekular yang bakal saya mulakan. Draf ataupun rancangan kasar telah siap siang tadi dan telah dirujuk pada ‘senior’ yang lebih mahir dan berpengalaman.

Pesanan dan dorongan dari ibu bapa, penyelia serta individu di sekeliling saya perlu sebagai sokongan buat diri. Doa saya, moga Allah sentiasa bersama dan memudahkan jalan penyelidikan ini kerana saya yakin, medan yang ditempuh ini juga jihad keranaNya, untuk agama.


~
Wardah bt Abdul Rahman
12.31 pagi, 5 Januari 2009
Bukit Gambir, Pulau Pinang