Malaysian Young Scientist Assembly 2011

Friday, December 26, 2008

Ilmu Astronomi di dalam Al-Quran

Astronomi secara umumnya adalah ilmu berkenaan kaji bintang. Ilmu ini merangkumi pemerhatian mahupun penjelasan berkaitan perkara yang berlaku di luar bumi dan atmosfera bumi. Ilmu astronomi boleh juga diertikan dengan ilmu falak.

Mengikut Dictionary of Astronomy (Illingworth, 1979) maksud astronomi ialah kajian cerapan dan teoretis mengenai objek-objek samawi, ruang-ruang di antaranya dan tentang alam semesta secara keseluruhannya. Di bawahnya, secara tradisi, ialah astrometri (atau astronomi posisi) dan mekanik samawi. Ilmu falak pula secara tradisi, lebih tertumpu kepada astrometri iaitu kajian tentang posisi objek samawi di atas sfera samawi dan pergerakannya dengan perjalanan masa. Perkembangan ilmu astronomi seharusnya sejajar dengan perkembangan ilmu falak kerana maksud dan permulaan keduanya hampir sama
[1].
Kepelbagaian langit dan bumi

“Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun ?”
[Qaaf:6]

Langit dijadikan tanpa tiang yang menyangga


“Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, Kemudian dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.”
[Ar-Ra’d:2]

“Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. dan kami turunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.”
[Luqman:10]

“Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,”
[An-Nazi’at:28]

“Dan Allah Telah meninggikan langit dan dia meletakkan neraca (keadilan).”
[Ar-Rahmaan:7]

Keseimbangan dan kejadian yang mengagumkan

“Katakanlah: "Siapakah yang Empunya langit yang tujuh dan yang Empunya 'Arsy yang besar? Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah." Katakanlah: "Maka apakah kamu tidak bertakwa?Katakanlah: "Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kamu mengetahui?"
[Al-Mu’minuun:86-88]

“Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.”
[Ar-Rahmaan:5]

Tujuan pergerakan matahari dan bulan

“Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.”
[Al-An’am:96]

Tujuan kejadian bintang

“
Dan dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya kami Telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (kami) kepada orang-orang yang Mengetahui.”
[Al-An’am:97]

Allah menegaskan timbulnya rasa takut dalam diri manusia apabila meneliti kejadian langit dan bumi

“Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama[1258]. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”
[1258] yang dimaksud dengan ulama dalam ayat Ini ialah orang-orang yang mengetahui kebesaran dan kekuasaan Allah.
[Faathir:28]

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.”
[Ar-Ruum:23]

Pergerakan benda samawi yang teratur

“Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan Telah kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (Setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua[1267]. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. dan masing-masing beredar pada garis edarnya.”
[1267] Maksudnya: bulan-bulan itu pada Awal bulan, kecil berbentuk sabit, Kemudian sesudah menempati manzilah-manzilah, dia menjadi purnama, Kemudian pada manzilah terakhir kelihatan seperti tandan kering yang melengkung.
[Yaasiin:38-40]

“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak[669]. dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang Mengetahui. Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang- orang yang bertakwa.”
[669] Maksudnya: Allah menjadikan semua yang disebutkan itu bukanlah dengan percuma, melainkan dengan penuh hikmah.
[Yunus:5-6]

Sifat matahari dan bulan

“Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.”
[Al-Furqaan:61]

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah Telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat? Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?”
[Nuh:15-16]

Sistem matahari dan pergerakannya

“Dan dialah yang Telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.”
[Al-Anbiyaa’:33]

“Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. dan masing-masing beredar pada garis edarnya.”
[Yaasiin:40]

Semua benda samawi tertakluk di bawah penguasaan Allah Taala

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang Telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu dia bersemayam di atas 'Arsy[548]. dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.”
[548] bersemayam di atas 'Arsy ialah satu sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai dengan kebesaran Allah dsan kesucian-Nya.
[Al-A’raaff:54]

“Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa Sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
[Luqman:29]

“Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. ingatlah dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”
[Az-Zumar:5]

“Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; kami tanggalkan siang dari malam itu, Maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan.”
[Yaasiin :37]

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali dia sendiri, dan dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)"
[Al-An’am:59]

“ Katakanlah: "Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu, padahal Allah mengetahui apa yang di langit dan apa yang di bumi dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu?"

[Al-Hujuraat:16]

Jarak ruang angkasa yang amat luas

“Sehingga apabila orang-orang yang berpaling itu datang kepada kami (di hari kiamat) dia berkata: "Aduhai, semoga (jarak) antaraku dan kamu seperti jarak antara masyrik dan maghrib, Maka syaitan itu adalah sejahat-jahat teman (yang menyertai manusia)".
[Az-Zukhruf:38]

“
Maka Aku bersumpah dengan Tuhan yang memiliki timur dan barat, Sesungguhnya kami benar-benar Maha Kuasa.”
[Al-Ma’aarij:40]

“Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya[1442]”
[1442] dua tempat terbit matahari dan dua tempat terbenamnya ialah tempat dan terbenam matahari di waktu musim panas dan di musim dingin.
[Ar-Rahmaan:17]

Kemungkinan manusia untuk menakluk dan melampaui batas-batas alam

“Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, Maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.”
[Ar-Rahmaan:33]
Kepelbagaian dan kejadian ilmu astronomi yang disebutkan di dalam al-Quran ini adalah manifestasi kepada kekuasaan serta keagungan Yang Maha Mencipta. Al-Quran bukanlah kitab astronomi. Kerana itulah kewujudan bintang-bintang hanya diceritakan secara umum dan tidak diceritakan secara khusus tempat atau kedudukan bintang tersebut. Fakta-fakta astronomi dihuraikan di dalam Al-Quran dengan cara yang tersendiri agar manusia lebih memahami tanda-tanda kebesaranNya.




Wardah bt Abdul Rahman
Minden, Pulau Pinang.
Blogger:Saintis Islam.

[1] Kertas kerja Penyelidikan Ilmu Falak di IPT oleh Abdul Halim bin Abdul Aziz, Unit Penyelidikan Ilmu Falak dan Sains Atmosfera, USM

Monday, December 8, 2008

Kenyataan Media

Artikel ini telah disiarkan di dalam Berita Harian(bahagian Surat Pembaca) pada Rabu, 10 Disember 2008 dengan tajuk yang baru, Peralatan Jalur Lebar Boleh Jejas Kesihatan.
Kewajaran dalam Mengejar Teknologi Wayarles

Teknologi wayarles atau rangkaian tanpa wayar pada masa kini bukanlah perkara yang luar biasa diperkatakan dalam kalangan masyarakat Malaysia. Lihat saja aplikasinya digunakan sebagai perkhidmatan tambahan di stesyen-stesyen minyak, kompleks membeli-belah malah kedai mamak turut menyediakan perkhidmatan ini.

Projek Wayarles yang dilaksanakan oleh Kerajaan Negeri Pulau Pinang baru-baru ini bukanlah dalam skala atau ruang lingkup yang terhad sepertimana yang biasa kita ketahui malah ia melibatkan seluruh negeri Pulau Pinang dan Seberang Perai akan turut termasuk menjelang 2010. Projek berskala besar ini dikatakan bakal menjadikan Pulau Pinang sebgai bandar raya pertama di dunia melalui pengalaman jalur lebar semasa bergerak.

Apa yang dikesalkan ialah kesan jangka masa panjang terhadap kesihatan yang akan turut sama dirasai oleh penduduk Pulau Pinang keseluruhannya tanpa mengira seseorang itu pengguna rangkaian ini ataupun tidak. Teknologi wayarles sama sahaja seperti telefon tanpa wayar yang menggunakan getaran radiasi gelombang radio untuk beroperasi dan beberapa kajian telah membuktikan bahawa kesihatan penduduk yang tinggal berdekatan dengan sumber radiasi ini sering terganggu. Antaranya ialah bunyi berdengung dalam telinga, insomnia, sakit kepala serta kanser.

Tidak disangkal bahawa usaha kerajaan negeri Pulau Pinang mempunyai matlamat untuk memajukan negeri Pulau Pinang tapi adakah dengan cara menggadaikan kesihatan penduduknya? Lumrah manusia gemar melihat sesuatu yang jelas dan mudah diperoleh dalam masa yang pendek seperti juga akses untuk perkhidmatan internet tetapi jaminan kesihatan bukanlah sesuatu yang boleh dibincangkan dalam masa yang singkat. Kewajaran projek ini perlu diperhalusi dan jika ada kaedah yang lebih baik serta boleh menjamin kepentingan awam, apa salahnya.

Petisyen yang dikeluarkan oleh Persatuan Pengguna Pulau Pinang dalam Utusan Pengguna keluaran Nov-Dis 2008 berkenaan Projek Wayarles@ Jalur Lebar Pulau Pinang amat wajar disokong dan Kerajaan Negeri Pulau Pinang seharusnya mengambil tindakan segera berkenaan isu ini. Jika kebaikan teknologi wayarles atau jalur lebar boleh disenaraikan, kenapa pula permasalahannya atau kesannya tidak sama dibincangkan?


Wardah bt Abdul Rahman
USM, Pulau Pinang.

Sunday, September 21, 2008

Ilmu Kosmologi di dalam Al-Quran

KOSMOLOGI

Kosmologi adalah salah satu bidang ilmu yang berkaitan dengan alam semesta. Misalnya, bagaimana alam ini terbentuk, apakah komposisi alam, apa yang akan dan sedang berlaku ke atas alam ini dan sebagainya. Golongan yang melakukan kajian ke atas alam semesta ini dinamakan ahli kosmologi.

Proses pembentukan alam semesta

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, Kemudian kami pisahkan antara keduanya. dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”
[Al-Anbiya’:30]

Kejadian langit dan komposisi alam

“Kemudian dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu dia Berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati". Maka dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. dan kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.”
[Fussilat:11-12]

Penciptaan langit

“Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan Sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.”
[At-Talaq:12]

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat? Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?”
[Nuh:15-16]

“Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan (tujuh buah langit); dan kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami).”
[Al-Mukminun:17]

Keseimbangan alam semesta

“Yang Telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka Lihatlah berulang-ulang, Adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah.”
[Al-Mulk:3-4]

Semua ciptaan di alam semesta tunduk pada hukum Allah

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang Telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu dia bersemayam di atas 'Arsy[548]. dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.”
[548] bersemayam di atas 'Arsy ialah satu sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai dengan kebesaran Allah dsan kesucian-Nya.
[Al-A’raf:54]

“Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, Kemudian dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.”
[Ar-Ra’d:2]

“Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari.”
[Ar-Ra’d:15]

“Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para ma]aikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri. Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).”
[An-Nahl:49-50]

“Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? dan banyak di antara manusia yang Telah ditetapkan azab atasnya. dan barangsiapa yang dihinakan Allah Maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang dia kehendaki.”
[Al-Hajj:18]

Tiga tingkat ciptaan Tuhan;di langit, di bumi dan di antara langit dan bumi

“Kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah.”
[Taha:6]

“Dan Sesungguhnya Telah kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan.”
[Qaf:38]

“Sesungguhnya Allah akan memasukkan mereka ke dalam suatu tempat (syurga) yang mereka menyukainya. dan Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Penyantun.”
[Al-Hajj:59]

“Dan tidaklah kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. dan Sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, Maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.”
[Al-Hijr:85]

Manusia berpeluang meneroka alam hingga ke angkasa lepas

“Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, Maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.”
[Ar-Rahman:33]

Semua kejadian di langit beredar dengan sistematik dan berperaturan

“Dan dia Telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan Telah menundukkan bagimu malam dan siang.”
[Ibrahim:33]

“Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.”
[Ar-Rahman:5]

“Dan dia Telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.”
[Al-Jasiyah:13]

“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak[669]. dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang Mengetahui.”
[669] Maksudnya: Allah menjadikan semua yang disebutkan itu bukanlah dengan percuma, melainkan dengan penuh hikmah.
[Yunus:5]

“Dan Telah kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (Setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua[1267].”
[1267] Maksudnya: bulan-bulan itu pada Awal bulan, kecil berbentuk sabit, Kemudian sesudah menempati manzilah-manzilah, dia menjadi purnama, Kemudian pada manzilah terakhir kelihatan seperti tandan kering yang melengkung.
[Yasin:39]

“Dan dialah yang Telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.”
[Al-Anbiya:33]

“Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. dan masing-masing beredar pada garis edarnya.”
[Yasin:40]

“Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, Kemudian dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.”
[Ar-Ra’d:2]

Kejadian alam untuk kepentingan manusia

“Dan dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya kami Telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (kami) kepada orang-orang yang Mengetahui.”
[Al-An’am:97]

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah Telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat? Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?”
[Nuh:15-16]



------------------------------------------------------------------------------------------------

"Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka.
[Al-Imran:191]

Wardah bt Abdul Rahman
Desasiswa Bakti, USM

Thursday, September 18, 2008

Keperluan Mengetahui Kaedah Tafsir Al-Quran kepada Pengkaji Sains


Bolehkah kaedah tafsir Al-Quran dengan menggunakan akal fikiran dilakukan?
Bagaimana pula dengan situasi para saintis yang ingin membuat perkaitan ayat-ayat Al-Quran dengan penemuan berasaskan sains?

baca lebih lanjut Usul Al Tafsir;keperluan generasi teknologi hari ini(bahagian 1)



Wednesday, September 10, 2008

Bibit-bibit Sekular dalam Kehidupan

Pertanyaan buat diri di satu hari..

Kenal dengan ulama’-ulama’ masa silam?
Ingat? Faham akan buku mahupun kitab karangan mereka, perintis ilmu untuk memahami ajaran agama Islam?
Tahu rahsia kejayaan dakwah mereka?
Tahu sejarah perjalanan hidup, liku yang ditempuh bagi melahirkan permata gemilang ini?

Apabila tokoh yang menulis buku akademik lebih diagungkan, lebih dikenali, beginilah jadinya. Bibit-bibit sekular mula menyerlah..dalam diri, dalam pemikiran..


~war

Pembelaan Terhadap Situasi Zaman Nabi-nabi Silam (Part 3)

Fiqh Islam mengajar setiap Muslim supaya menjaga kebersihan. Menurut Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjari dalam kitabnya Sabilal-Mubtadin; kitab solat dalam bahagian ibadat didahulukan dan thoharah atau kebersihan amat dititikberatkan kerana ia adalah salah satu dari syarat sah solat. Oleh itu, tidak hairanlah bilamana kita diajarkan untuk membezakan jenis-jenis air yang bersih dan boleh digunakan untuk bersuci. Ingatkah lagi tentang air mutlak, air musta’mal, air musyammas dan air mutannajis?

Islam juga menekankan umatnya menggunakan bahan alami dalam bersuci, menjaga kebersihan serta kecantikan. Contohnya kapur barus dan kayu cendana digunakan bagi menghilangkan bau mayat, kayu sugi digunakan untuk membersihkan gigi, tawas untuk membersihkan daki pada badan manakala tanah dan air mutlak diperlukan untuk menyucikan najis mughallazah(najis berat). Islam datang untuk memudahkan urusan penganutnya!

Dari beberapa kaedah bersuci mengikut kaedah Islam, dapatlah disimpulkan bahawa umat Nabi-nabi terdahulu yang patuh mengikut ajaran Islam hanya menggunakan bahan semulajadi di sekeliling mereka untuk mandi, membersihkan diri serta bersuci. Ketika itu, tiada bahan yang boleh membahayakan kesihatan digunakan malah bahan alami yang digunakan membawa seribu satu manfaat lain pada mereka. Tuduhan buruk yang mengatakan umat zaman silam pengotor serta tidak menjaga kebersihan kerana tiada sabun mandi, peluntur, ubat gigi, minyak wangi ataupun deodorant juga tidak benar sama sekali! pada masa yang sama, dakwaan bahawa golongan terdahulu mampu hidup lebih lama berbanding umat zaman sekarang boleh dibuktikan! Lihat sahaja kehidupan mereka yang tidak terancam atau terdedah pada bahan-bahan kimia yang boleh memudaratkan serta toksik pada badan. Bandingkan dengan keadaan sekarang.

Sabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk tubuh kamu dan tidak juga pada rupa paras kamu, tapi Dia melihat pada hati kamu.” (Daripada Abu Hurairah ra)

Manusia kini melihat kecantikan berasaskan nafsu hingga ada yang menyimpang dari ajaran agama. Lakukan analisis pada diri kita sendiri. Berapa jeniskah produk dan alat kebersihan yang kita gunakan setiap hari? Bermula dari berus gigi yang jelas adalah sintetik hinggalah krim muka yang mungkin tanpa disedari mengandungi agen pemutih - hydroquinon.

Daripada kajian. jumlah mereka yang menghidap penyakit kanser terus meningkat dari tahun ke tahun. Bagi tahun 2002, dianggarkan 1,200,000 kes-kes baru dapat dikesan dan lebih kurang 1,500 kematian dianggarkan berlaku setiap hari, disebabkan oleh kanser. Bahan-bahan toksik penyebab kanser memang terdapat di dalam produk yang sering digunakan oleh para pengguna pada hari ini, termasuk produk kosmetik.

Krim muka dilabel mengandungi ekstrak tumbuhan sedangkan kandungan bahan kimia lain melebihi bahan semulajadi tersebut. Andai kita mengambil konsep sebenar yang dibawa Islam, sebenarnya kita tidak perlukan produk-produk buatan ini. Islam mengajar kita menggunakan bahan alami dan hal ini jugalah yang disarankan oleh penyelidik-penyelidik yang mengkaji kesan/implikasi buruk yang diperoleh dari produk kesihatan atau kecantikan masa kini. Bahan semulajadi seperti asam tebu yang kaya dengan vitamin C, daun lidah buaya yang boleh menyejukkan kulit, ketumbar yang boleh meningkatkan protein kulit dan pelbagai sumber alam lain patut dijadikan alternatif utama yang boleh digunakan bagi tujuan kosmetik atau penjagaan diri.

Tidak hairanlah manusia kini kaya dengan penyakit dan umurnya tidak panjang. Yang diharap dapat memenuhi kehendak hati rupanya mengundang bahaya dalam diam.

Wardah Abd Rahman
Minden,Pulau Pinang



Sunday, August 31, 2008

Positifnya Bencana dan Perubahan Alam

Sepanjang 3 hari ini(28-30 Ogos), saya menghadiri Seminar berkenaan bidang kajian saya, Biologi secara umumnya. ‘The Sixth Regional IMT-GT UNINET Conference 2008’ dianjurkan oleh Pusat Pengajian Sains Kajihayat, USM, selepas kali pertama berlangsung di Langkawi seterusnya di Thailand dan Indonesia. Saya hanya menghantar poster untuk pameran memandangkan ini adalah penyertaan pertama saya dalam seminar berkaitan.

Hari pertama berlangsung dengan baik. Selepas acara pembukaan dan perasmian seminar, semua peserta mendengar syarahan umum yang disampaikan oleh tiga orang pensyarah terpilih, masing-masing dari negara IMT(Indonesia, Malaysia dan Indonesia). Setiap syarahan mempunyai nilai dan maklumat tertentu yang cuba disampaikan kepada para peserta.
Cuba fikirkan, berapa ramai antara kita yang boleh melihat dari segi positif setiap bencana alam yang berlaku di dunia kini? Istilah ‘bencana’ itu sendiri telah menunjukkan adanya elemen-elemen negatif dan membawa keburukan kepada bumi dan penghuninya. Pada pendapat saya, apa yang berlaku adalah kejadian alam yang mempunyai hikmah tersendiri dan perlu dikaji. Bukankah itu janji Allah?

Tsunami yang melanda negara pada tahun 2002 telah membawa pelbagai kemusnahan yang bukan hanya melibatkan kehilangan nyawa tetapi hampir keseluruhan bandar seperti Acheh musnah kerananya. Tsunami diibaratkan bencana besar yaang berlaku di abad ini. Tanpa disedari, sebenarnya satu perkara baik yang dapat dilihat selepas kejadian alam ini terjadi ialah munculnya bidang ilmu kajian yang baru ataupun kajian ilmu yang sedia ada dipergiatkan.

Prof Anchana Prathep dari Universiti Songkla dalam syarahannya (SeagrassNet Monitoring Initiative in the Sourthern Andaman Sea, Thailand) menceritakan bahawa sebelum tsunami berlaku, data berkenaan kehidupan marin tidak begitu dititikberatkan. Malah ada juga kajian yang tidak pernah dilakukan ke atas spesies hidupan marin tertentu sedangkan kajian umum yang dijalankan selepas tsunami berlaku menunjukkan kejadian alam ini mendatangkan kesan kepada ekosistem mahupun hidupan tertentu. Masih ingat perihal gamat yang pernah muncul dengan banyaknya secara tiba-tiba di perairan negara?

Bagaimana pula dengan kajian tentang perubahan bentuk muka bumi yang kita diami ini? Prof Zulfigar Yasin dari USM memberikan syarahan tentang Kajian dan Peluang Bidang Biologi dalam Kawasan IMT-GT. Antara isi syarahan yang menarik perhatian saya ialah penjelasan berkenaan fenomena aras air laut yang lebih cetek kira-kira 21 000 tahun dahulu berbanding zaman sekarang. Pasti ramai yang tahu bahawa kebanyakan negara sebenarnya bercantum suatu masa dahulu. Peningkatan aras air laut telah menceraikan negara-negara ini. Kesan terhadap biodiversiti pula, berlakulah pembentukan sistem sungai yang saling menghubungkan habitat, penyebaran spesies tumbuhan dan haiwan serta wujudlah keadaan pemencilan spesies hidupan tertentu di kawasan tertentu sahaja. Tidak hairanlah orang utan hanya boleh dijumpai di Kepulauan Borneo sahaja!

Kita sebenarnya beruntung kerana IMT adalah antara kawasan yang dibuktikan kaya dengan biodiversiti yang pelbagai. Pupusnya spesies flora atau fauna di kawasan ini akan mendatangkan kesan kepada biodiversiti dunia! Fakta yang saya baru peroleh ialah 56.6% dari 29 375 tumbuhan bervaskular di Indonesia sebenarnya tidak boleh diperoleh di bahagian lain dunia.

Ketika ini, saya melihat banyak peluang dan ruang yang boleh digunakan oleh saintis Muslim. Bidang kajian ilmu sains serta ilmu lain sangat pelbagai. Semakin banyak kajian dilakukan, kita akan bertemu dengan lebih banyak ilmu yang belum kita tahu apatah lagi kuasai.

Teringat saya akan sesi pembentangan yang dilakukan seorang pelajar Muslim ketika membentangkan hasil kajian tahun akhirnya di USM tahun lalu. Kelihatan pada awal pembentangan, dia kurang yakin hingga tersasul menyebut ‘good morning’ sedangkan masa ketika itu telah melepasi jam 12 tengah hari. Mungkin teknik hafalannya kurang membantu apabila melibatkan masa. Di pertengahan pembentangan, keyakinan mula nampak walaupun seringkali juga tergagap-gagap dan terhenti, cuba berfikir perkataan bahasa Inggeris yang sesuai agaknya. Di akhir sesi, pada slaid pembentangan terakhir, tertera terjemahan ayat al-Quran iaitu ayat 49 dari surah al-Qamar;

“ Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.”

Dia hanya menayangkan slaid tersebut, persis meminta penonton membaca dan memahaminya sendiri.

Terfikir sejenak, mampukah saya melakukan perkara yang sama di hadapan semua penonton khususnya ketika menyertai seminar sebesar Seminar IMT-GT? Perasaan gugup, gemuruh mampu hilang atau berkurang tetapi kekuatan untuk berdakwah secara langsung di hadapan kira-kira 200 orang ahli sains yang berbilang agama bagaimana? Adakah saya akan mengucapkan syukur kepada Yang Maha Memberi Ilmu di hadapan semua peserta yang rata-ratanya bukan Muslim? Persoalan terbesar adalah, siapa saya jikalau masih diberi nikmat umur, 10 tahun akan datang? Bagaimana saya membawa Islam bersama-sama saya, seiring dengan kajian, seiring dengan nikmat umur saya? Saya gelisah dalam tanda-tanya, persoalan, yang perlukan tindakan..



Wardah bt Abdul Rahman
Taman Bukit Gambir